Postingan

FSBPI Gowa dan Aliansi Buruh Gowa Desak Pemkab Gowa Segera Perbaiki Jalan Rusak di Jl. Malino, Pakatto Gowa

Gambar
  Gambar : jalan rusak di jalan poros malino Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Kabupaten Gowa yang tergabung dalam  Aliansi Buruh Gowa  kembali menyampaikan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Gowa agar segera memperbaiki  Jl. Malino No. 28, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu , yang kondisinya telah rusak berat selama bertahun-tahun. Jalan yang menjadi jalur aktivitas ribuan masyarakat, buruh, pengusaha lokal, dan wisatawan ini kini penuh  lubang besar ,  genangan air tinggi , serta  kerusakan aspal berkepanjangan . Kondisi tersebut menyebabkan banyak pengendara terjatuh, kendaraan rusak, dan kemacetan parah di jam-jam tertentu. Ketua FSBPI Gowa,  Nurfaidi S.Hum , menegaskan bahwa jalan ini tidak hanya berfungsi sebagai akses industri, tetapi juga jalur pariwisata utama menuju kawasan Malino yang menjadi ikon Kabupaten Gowa. “Ini jalur vital. Jika pemerintah terus membiarkan kondisi seperti ini, bukan hanya buruh yang dirugikan...

FSPIM–KPBI Gempur Kantor Pusat PT IMIP: “Kami Bekerja untuk Hidup, Bukan untuk Mati!”

Gambar
Gambar Aksi di depan Kantor Pusat PT IMIP Jakarta 18 November 2025 —  buruh yang tergabung dalam  Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FSPIM–KPBI)  mengepung kantor pusat PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam aksi protes besar yang mengguncang kawasan industri nikel terbesar di Indonesia itu. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah  suara perlawanan  dari para buruh yang selama bertahun-tahun merasakan pahitnya hubungan industrial yang timpang, tidak adil, dan penuh praktik intimidasi yang membunuh rasa kemanusiaan. FSPIM–KPBI menilai bahwa situasi kerja di IMIP hari ini bukan hanya soal upah rendah atau aturan perusahaan yang semena-mena—tetapi menyentuh hal paling mendasar:  hak hidup dan keselamatan nyawa manusia . Kondisi Kerja yang Semakin Mengkhawatirkan Dalam pernyataannya, FSPIM menegaskan bahwa banyak perusahaan dalam grup industri IMIP masih mengabaikan standar ketenagakerjaan,...

Kondisi Buruh di Kabupaten Gowa Masih Memprihatinkan, FSBPI Rilis Hasil Penelitian

Gambar
https://fsbpigowa.blogspot.com/2025/08/kondisi-buruh-di-kabupaten-gowa-masih.html Gowa   – Federasi Serikat Buruh persatuan Indonesia (FSBPI) Gowa merilis hasil penelitian terbaru terkait kondisi buruh di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menemukan berbagai persoalan serius mulai dari upah yang minim, kontrak kerja bermasalah, hingga lemahnya perlindungan hak normatif buruh. Dalam laporan yang disusun, FSBPI Gowa mencatat rata-rata buruh di Gowa hanya menerima upah sekitar  Rp2,5 juta – Rp3 juta per bulan , bahkan ada yang masih di bawah UMP Sulawesi Selatan (Rp3.657.000). Selain itu, pembayaran upah lembur juga sering tidak sesuai ketentuan. “Banyak buruh di Gowa yang bekerja dengan status kontrak tahunan atau bulanan tanpa kepastian menjadi karyawan tetap. Praktik outsourcing pun masih marak dan menghilangkan hak-hak normatif pekerja,” ungkap salah satu peneliti FSBPI Gowa. Masalah lain yang disorot adalah minimnya perlindungan jaminan sosial. Tidak semua perusahaan mendaftarka...

Dari Diskusi ke Aksi: Serikat Adalah Bara yang Tak boleh padam

Gambar
              Gambar: Diskusi terbuka Fsbpi Gowa Di tengah tekanan sistem kerja yang menindas dan hukum yang sering tumpul saat menyentuh nasib buruh di kabupaten Gowa  diskusi hari ini bukan lagi ruang santai   — tapi ruang perlawanan. Dan itulah yang terjadi dalam   Diskusi Terbuka FSBPI Kabupaten Gowa , yang menghadirkan dua figur penting dalam gerakan buruh:  Pak  Ahmad Rianto, S.H.   dan  Mba  Ari Widiastari . Bertempat di ruang terbuka yang penuh semangat di rumah perjuangan Fsbpi Gowa. diskusi ini tidak hanya membagikan ilmu. Ia membakar kembali bara kesadaran bahwa  perlawanan adalah jalan satu-satunya  bagi buruh yang ingin hidup lebih layak dan bermartabat. Api yang Menyala dari Kata dan Keberanian buruh di kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel. Pak Ahmad Rianto, S.H., Ketua Partai Buruh Sulsel   dan seorang advokat yang konsisten berpihak pada buruh, hadir tidak hanya sebagai penasehat hu...

Dari Ruang Pendidikan Menuju Medan Perlawanan

Gambar
        Gambar: Foto bersama kawan kawan Fsbpi Gowa Catatan dari Pendidikan Dasar FSBPI Kabupaten Gowa Redaksi: Pengurus FSBPI Kabupaten Gowa Hari ini kami tidak datang untuk sekadar belajar. Kami datang untuk ditempa. Dari pagi hingga sore, kami duduk, mencatat, bertanya, dan menyerap. Tapi yang paling utama:  kami diuji  — apakah layak disebut pengurus, atau hanya bagian dari keramaian yang meminjam nama serikat? Pendidikan dasar perburuhan yang digelar oleh FSBPI Kabupaten Gowa hari ini mengusung tema yang tak biasa: “Kita Percaya Maka Kita Bertanggung Jawab – Menjadi Pengurus adalah Tumbuh Bersama.” Terdengar tenang di permukaan, tapi sesungguhnya itu adalah tantangan keras yang ditujukan langsung ke dada kami para pengurus:  Sudahkah kamu bertanggung jawab pada kepercayaan yang diberikan buruh kepadamu? Atau kamu hanya duduk nyaman sambil berkata "saya ini pengurus", tanpa pernah benar-benar berjuang? Ini adalah sedikit lelucon yang di sampaikan m...

Pendidikan dasar perburuhan “Kita Percaya maka kita bertanggung jawab, menjadi pengurus adalah tumbuh bersama”

Gambar
  Redaksi: Pengurus FSBPI Kabupaten Gowa Hari ini, kami kembali menegaskan satu hal yang paling fundamental dalam gerakan buruh: bahwa  menjadi pengurus serikat bukanlah soal jabatan, tapi soal tanggung jawab dan keyakinan . Bertempat di Gowa, Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Kabupaten Gowa menggelar  pendidikan dasar perburuhan  dengan semangat menyala. Tema yang kami usung kali ini bukan sekadar slogan. Ia adalah arah. Ia adalah prinsip. Ia adalah cermin komitmen: “ Kita Percaya Maka Kita Bertanggung Jawab — Menjadi Pengurus adalah Tumbuh Bersama.” Kegiatan ini menghadirkan  Mba Ari Widialestari , Sekretaris Jenderal FSBPI Nasional, sebagai pemateri utama. Beliau bukan hanya datang membawa pengetahuan teknis, tapi juga ruh perjuangan. Di tengah ruang pendidikan yang sederhana namun penuh semangat, Mba Ari membuka cakrawala kami tentang hakikat serikat buruh yang sesungguhnya. “Serikat bukan hanya tempat kumpul-kumpul. Serikat adalah alat perj...

Membangun Kesadaran Kelas Buruh dari Pendidikan Dasar Lanjutan Buruh Perikanan PSBM-FSBPI Makassar

Gambar
Makassar, 31 Juli 2025  – Di tengah gempuran liberalisasi sektor perikanan dan terus menurunnya martabat kerja nelayan buruh di wilayah pesisir,  Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM)  yang berafiliasi dengan  Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI)  mengambil langkah konkret:  Pendidikan Dasar Lanjutan  untuk buruh sektor perikanan. Kegiatan ini mengusung tema besar: “Pendidikan PKB Kuat, Buruh Bermartabat: Saatnya Kita Menentukan Nasib Sendiri.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, tapi merupakan refleksi dan seruan serius: bahwa di tengah ketimpangan struktural, satu-satunya jalan agar buruh tidak terus menjadi korban adalah  dengan pendidikan, pengorganisiran, dan penguasaan alat perjuangan seperti PKB (Perjanjian Kerja Bersama). Acara ini dipandu dengan penuh energi dan kedalaman refleksi oleh  Delandi Safri Pratama , kader muda PSBM yang dikenal berani, cerdas, dan punya daya analisis tajam terhadap persoalan ketenagakerjaan...