Pendidikan dasar perburuhan “Kita Percaya maka kita bertanggung jawab, menjadi pengurus adalah tumbuh bersama”
Redaksi: Pengurus FSBPI Kabupaten Gowa
Hari ini, kami kembali menegaskan satu hal yang paling fundamental dalam gerakan buruh: bahwa menjadi pengurus serikat bukanlah soal jabatan, tapi soal tanggung jawab dan keyakinan.
Bertempat di Gowa, Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) Kabupaten Gowa menggelar pendidikan dasar perburuhan dengan semangat menyala. Tema yang kami usung kali ini bukan sekadar slogan. Ia adalah arah. Ia adalah prinsip. Ia adalah cermin komitmen:
“Kita Percaya Maka Kita Bertanggung Jawab — Menjadi Pengurus adalah Tumbuh Bersama.”
Kegiatan ini menghadirkan Mba Ari Widialestari, Sekretaris Jenderal FSBPI Nasional, sebagai pemateri utama. Beliau bukan hanya datang membawa pengetahuan teknis, tapi juga ruh perjuangan. Di tengah ruang pendidikan yang sederhana namun penuh semangat, Mba Ari membuka cakrawala kami tentang hakikat serikat buruh yang sesungguhnya.
“Serikat bukan hanya tempat kumpul-kumpul. Serikat adalah alat perjuangan. Dan alat perjuangan itu tidak netral. Ia berpihak — kepada buruh, kepada keadilan, kepada martabat manusia,” ujar Mba Ari dalam penyampaian materinya.
Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu, Tapi Penanaman Nilai
Dalam sesi ini, kami tidak hanya belajar soal struktur kepengurusan, tugas-tugas organisasi, atau bagaimana menyusun program kerja. Kami diajak memahami lebih dalam:
Mengapa kita membentuk serikat? Untuk siapa kita bekerja? Dan kenapa tanggung jawab ini bukan beban, tapi kehormatan?
Mba Ari menjelaskan secara rinci bahwa kepengurusan serikat bukan ruang untuk mencari kenyamanan, apalagi keuntungan pribadi. Menjadi pengurus adalah proses tumbuh bersama basis, mendengar jeritan mereka, dan bertindak melampaui ketakutan.
“Kalau kamu percaya bahwa serikat bisa membawa perubahan, maka kamu harus bertanggung jawab menjaga keberlanjutannya. Kita ini penjaga nyala api harapan di tengah gelapnya ketidakadilan hubungan kerja.”
Refleksi dan Harapan dari Gowa
Di FSBPI Kabupaten Gowa, pendidikan bukan hanya rutinitas organisasi. Ia adalah napas panjang dari gerakan yang ingin terus hidup dan berkembang. Kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa gerakan buruh bukan milik satu atau dua orang. Ia adalah milik kita semua. Dan hanya dengan terus belajar, kita bisa benar-benar memimpin perjuangan ini dengan sadar dan bermartabat.
Kami sadar, perubahan tidak datang dari langit. Ia lahir dari keberanian orang-orang biasa yang memutuskan untuk tidak lagi diam. Dari kawan-kawan buruh yang percaya bahwa nasib tidak harus diterima begitu saja. Dan dari para pengurus yang memilih jalan sulit — jalan perjuangan.
Kita Bukan Mesin, Kita Manusia yang Berhak Dihargai
Serikat buruh bukan organisasi biasa. Ia adalah jantung dari perlawanan kaum pekerja terhadap ketidakadilan struktural. Ia adalah rumah bersama, tempat kita mengorganisir kekuatan dan menyusun masa depan.
Melalui pendidikan dasar hari ini, FSBPI Kabupaten Gowa sekali lagi mempertegas komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan yang besar, kuat, dan sadar.
Karena ketika kita percaya, maka kita tidak bisa lagi berpura-pura. Kita bertanggung jawab. Dan karena kita bertanggung jawab, maka kita harus terus tumbuh — bersama.
Salam Persatuan dan Perjuangan!
FSBPI Kabupaten Gowa
📍 Gowa, 3 Agustus 2025


Komentar
Posting Komentar